Mencoba Tersenyum Dibalik Tangis
Berat rasanya ketika merasakan kehilangan, apalagi kehilangan dua orang yang dicintai dalam waktu yang bersamaan.
Yang pertama yaitu seorang yang selalu mengajarkanku makna kehidupan, seorang superhero yang tak banyak bicara tetapi memberikan contoh langsung dalam kehidupan, semangatnya, perjuangannya, keberaniannya, yang seolah tak pernah kenal kata lelah dan menyerah untuk melawan segala penyakit yang menggerogoti tubuhnya sejak lama.
Dia adalah superhero bagiku, walaupun dahulu selalu sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan sosialnya, tapi aku tak pernah merasakan kehilangan waktu bersamanya, terimaksih our superhero, meskipun saat ini engkau telah pergi meninggalkan kami semua untuk selamanya, tetapi bagiku engkau akan tetap selalu hidup, ajaran-ajaranmu selalu menjadi dasarku dalam berfikir maupun berperilaku.
Kedua adalah seorang yang kucintai, yang selalu mengisi hatiku disaat apapun, bahkan aku lebih terbuka kepadanya dibandingkan dengan superhero ku, dia adalah sosok yang mampu meredam seluruh egoku, dan keras kepalanya aku.
Bermula ketika kami berdebat saat ia ingin mewarnai rambutnya, jujur, itu merupakan salah satu yang tak ku sukai, tetapi aku mencoba untuk berkompromi dengan diriku, aku tau dia memang lebih nyaman begitu, tetapi tidakkah kau berfikir tentang kenyamananku?.
Tidak, kau malah memilih untuk pergi meninggalkanku, ku coba untuk kembali mengalah dan mengikutkan kemauanmu, tetapi kau tetap tak menginginkan kembali padaku.
Sampai pada akhrinya ketika sang superhero pergi meninggalkanku kau kembali kepadaku seperti tidak pernah terjadi perpisahaan diantara kita, kau satu-satunya orang yang bisa membuatku kembali tersenyum bahagia di saat itu.
Kau kembali datang dengan rasa sayang dan cinta yang pernah kita bangun dahulu, sampai pada akhirnya perlahan semua mulai terbuka, aku sudah terlambat, tapi menurutku semua masih bisa diperbaiki selama masih ingin berjuang bersama-sama.
Tetapi aku tidak menyerah, aku terus berusaha dan mencoba untuk memperjuangkanmu, karena pada saat itu kau sendiri yang berkata ingin berjuang bersamaku, tetapi mengapa ketika baru saja kau ucapkan kata janji dan ingin berjuang bersamaku, keesokan harinya kau malah memilih pergi untuk meninggalkanku demi orang yang tidak kau cintai, dengan alasan terpaksa karena seluruh keluargamu menyetujui untuk kau bersamanya.
Mungkin saat ini aku belum menjadi apa-apa, tapi akan ku buktikan suatu saat nanti aku akan menjadi sesorang yang sukses dan tidak akan pernah ingkar pada janji-janji yang pernah ku ucapkan padamu dahulu.
Terimaksih sudah mengajrakan ku banyak hal dan membuatku bahagia, terimaksih sudah membuatku tidak terlalu bersedih ketika aku ditinggalkan oleh superhero ku, walaupun hanya sesaat, yang pada akhirnya aku lebih memikirkan dan menangisimu dibandingkan superheroku.
Aku sudah memaafkanmu, aku tak akan pernah bisa membencimu dan akan ku kunci rumah yang pernah kau bangun dihatiku sampai pada akhirnya ketika kau ingin kembali menempatinya, rumah itu akan tetap menjadi rumahmu, rumah yang dahulu pernah kau tempati.
Comments
Post a Comment