POLITIK
semua hanya bisa terdiam disaat para pemimpin bangsa ini sedang berbicara demi kelangsungan bangsa ini namun terkadang apa yang mereka perbuat bukanlah kehendak rakyat yang sebenarnya.
apakah engkau memang benar-benar seorang pemimpin yang memang layak untuk memimpin bangsa yang memiliki semangat juang yang sangat tinggi ini.?
aku harap engkaulah jawabannya tapi itu hanyalah sebuah harapan yang mungkin hanya kami saja yang berharap tanpa pernah engkau mencoba untuk merealisasikannya.
aku harap engkaulah jawabannya tapi itu hanyalah sebuah harapan yang mungkin hanya kami saja yang berharap tanpa pernah engkau mencoba untuk merealisasikannya.
kami sudah ragu apakah bangsa ini akan maju di tangan kalian, yang pada hari pelantikannya saja sudah membuat bangsa ini geger dengan kelakuan yang kalian pertontonkan.
kami bukan orang bodoh yang hanya melihat lalu tertawa dan tak berbuat apa apa demi perubahan.
kami bukanlah patung yang bisa kau bawa kemana mana tanpa ada perlawanan, kalian sudah merebut hak demokrasi kami lantas apakah kami akan memilih untuk berdemokrasi empat tahun yang akan datang.?
semua putusan itu ada di tangan anda, memang kami sudah melakukan kesalahan karena memilih kalian pada periode demokrasi kami yang sebelumnya, tapi itu semua kami lakukan semata-mata hanya ingin menjalankan pesta demokrasi yang di buat oleh rezim sebelumnya.
semua putusan itu ada di tangan anda, memang kami sudah melakukan kesalahan karena memilih kalian pada periode demokrasi kami yang sebelumnya, tapi itu semua kami lakukan semata-mata hanya ingin menjalankan pesta demokrasi yang di buat oleh rezim sebelumnya.
tapi apa yang kami dapat di penghujung kekuasaanmu.?
kau merebut hak-hak demokrasi kami, mungkin jika harus membayar masyarakat pedalaman terlalu besar mending membayar para tikus-tikus berjas hitam yang setiap berpergian menggunakan uang rakyat. bagaimana kasus korupsi akan hilang jika mereka hanya ingin balik modal dengan cepat dan dapat untung besar dengan cepat.
kau merebut hak-hak demokrasi kami, mungkin jika harus membayar masyarakat pedalaman terlalu besar mending membayar para tikus-tikus berjas hitam yang setiap berpergian menggunakan uang rakyat. bagaimana kasus korupsi akan hilang jika mereka hanya ingin balik modal dengan cepat dan dapat untung besar dengan cepat.
kita sudah kembali ke bangsa dimana partai pemenang akan menguasai semua provinsi dan hanya orang-orang yang berani bayar partai dan anggota dpr lah yang akan memimpin provinsi yang belum tentu masyarakatnya menginginkan untuk di pimpin oleh orang yang mampu membayar.
akankah kita kembali kemasa orde baru.?
ini Indonesia bukan hanya milik kalian yang mempunyai keserakahan tapi ini bangsa Indonesia milik rakyat yang ingin bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri dan mampu menolong bangsa bangsa lain.
Comments
Post a Comment