"ENTAH LAH"
dikala seorang remaja sedang berjalan sendirian berjuang demi kehidupannya sendiri, mungkin disaat ia memulai perjalanannya ia berfikir semua itu akan mudah ia lalui, tetapi pada proses perjalanannya mengalami sangat banyak kesulitan.
ia hanyalah seseorang yang selalu berusaha untuk membuat orang yang berada di sekelilingnya untuk dapat tertawa walaupun sebenyarnya ia sendiri sedang memendam beban masalahnya sendiri tanpa ada seseorangpun yang mengetahuinya.
dia hanya akan menjadi sosok yang sebenarnya hanya ketika sedang sendiri, terkadang ia berfikir tak seoarangpun dapat mengerti permasalahan yang sedang dihadapinya, ya mungkin itu karena sifatnya sendiri.
ia hanya dapat bertanya pada dirinya sendiri menyelesaikan masalahnya sendiri dan juga tetap harus selalu bisa tersenyum dan tertawa di depan orang lain, sampai pada suatu hari seseorang datang dan merubah hari - harinya, sifat buruknya, karena ia dapat menceritakan keluh kesahnya, permasalahan yang sedang dihadapinya saat itu. tetapi itu hanya sebentar karena sifat buruknya yang lain merusak itu semua dan akhirnya dia mendapat permasalahan yang baru dan tak punya tempat untuk mengadu.
dan ia harus kembali berjuang sendirian untuk menyelesaikan maslah - masalahnya, ia hanya punya dua pilihan apakah ia akan menyerah sampai disini atau berdiri tegak untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya.
ia hanyalah seseorang yang selalu berusaha untuk membuat orang yang berada di sekelilingnya untuk dapat tertawa walaupun sebenyarnya ia sendiri sedang memendam beban masalahnya sendiri tanpa ada seseorangpun yang mengetahuinya.
dia hanya akan menjadi sosok yang sebenarnya hanya ketika sedang sendiri, terkadang ia berfikir tak seoarangpun dapat mengerti permasalahan yang sedang dihadapinya, ya mungkin itu karena sifatnya sendiri.
ia hanya dapat bertanya pada dirinya sendiri menyelesaikan masalahnya sendiri dan juga tetap harus selalu bisa tersenyum dan tertawa di depan orang lain, sampai pada suatu hari seseorang datang dan merubah hari - harinya, sifat buruknya, karena ia dapat menceritakan keluh kesahnya, permasalahan yang sedang dihadapinya saat itu. tetapi itu hanya sebentar karena sifat buruknya yang lain merusak itu semua dan akhirnya dia mendapat permasalahan yang baru dan tak punya tempat untuk mengadu.
dan ia harus kembali berjuang sendirian untuk menyelesaikan maslah - masalahnya, ia hanya punya dua pilihan apakah ia akan menyerah sampai disini atau berdiri tegak untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya.
aku hanya berharap dia mampu untuk menyelesaikan semua permasalahannya dengan caranya sendiri.
Comments
Post a Comment